Jumat, 21 Februari 2014

My First Experience As A Teacher

Hari ini, 21 Febuari 2014 adalah hari pertama saya memulai suatu pekerjaan di tempat baru. Hari ini saya menjadi guru dan mengajar di SMK. Actually, ini bukan kali pertama saya mengajar. Sebelumnya saya sempat mengajar juga, tapi bukan sebagai guru, melainkan sebagai seorang asisten dosen. Tapi, untuk yang satu ini saya akan tetap menyebutnya sebagai pengalaman pertama menjadi seorang guru. Today is my first experience as a teacher.
Hal pertama yang saya rasakan sebelum masuk kelas adalah deg-degan dan sedikit canggung. Tapi bagaimana pun juga, sebagai guru haruslah percaya diri. Dan kelas pertama yang saya ajar hari ini adalah kelas X RPL 2.
First Impressions ketika masuk ke kelas dan bertemu murid-murid adalah hanya sebagian dari mereka yang memperhatikan. Some of them looks not pay attentions, looks don't care about their teacher and their lesson. Tapi itu semua tidak membuat saya blank atau kehilangan konsentrasi dan kepercayaan diri untuk mengajar. They are just student, sama seperti mahasiswa yang pernah saya ajar. Ini kelas saya, ini mata pelajaran saya, dan mereka harus ikut aturan saya dan memperhatikan saya jika mau menjadi siswa yang baik.
Untungnya "sedikit pikiran negatif" itu tidak berlangsung lama. Karena ada beberapa siswa yang membuat kelucuan dan membuat suasana lebih menyatu lagi. Ya, walaupun mungkin dari kelucuan yang ditimbulkan membuat gelak tawa cukup keras yang mungkin terdengar sampai ke kelas lain seperti keributan. But it's ok for me, jangan buat kelas menjadi boring, menjadi terlalu kaku dan mungkin seperti "neraka". Dan itulah yang saya mau.
So far, siswa-siswi di kelas X RPL 2 menyenangkan, aktif, penurut, walaupun masih ada beberapa yang cenderung pendiam dan belum berani mengutarakan pendapat secara langsung dikelas. Tapi yang paling membuat gemas adalah, siswi perempuan yang masih terkesan malu-malu, kurang aktif dan kurang vokal di kelas. Saya, sebagai orang yang dulunya menjadi bagian minoritas dari mahasiswa jurusan teknik informatika merasa bahwa alangkah lebih baiknya jika para perempuan yang notabene adalah kaum minoritas dikelas, menjadi lebih vokal, lebih berani berbicara dikelas, agar tidak kalah dengan siswa laki-laki. Maybe not now, but next time it's a must.
Kedepannya, semoga siswa-siswi X RPL 2 tetap menjadi siswa-siswi yang aktif, pintar, penurut, dan mungkin menjadi kelas yang terbaik diantara yang lain. Amin.

Sebuah pengalaman menyenangkan dan menjadi kebanggaan bisa mengajar di kelas mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar